Jam operasional chat: 12.00 - 20.00

Enam Aturan Pemakaian Celana Dalam yang Sehat dan Benar

Autor: Dewi Ichtiarianti | Date: August 24, 2020

Saat membeli celana dalam, aspek apa yang paling Anda perhatikan? Apakah warna, bahan, atau modelnya? Terlepas dari semua hal tersebut, yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah celana dalam tersebut baik untuk kesehatan organ vital kita.


Walaupun terdengar sepele, memperhatikan kesehatan celana dalam itu penting lho. Ini karena organ vital kita sangat sensitif dan rentan terkena iritasi.
Tentu tidak ingin hal itu terjadi kan? Maka dari itu, simak ciri-ciri celana dalam sehat berikut ini:

1. Pilih celana dalam berbahan katun
Ada banyak pilihan bahan celana dalam di luar sana. Mulai dari spandex, satin, hingga nilon. Namun bahan celana dalam yang paling baik adalah katun. Kenapa? Sifat dari katun yang mudah menyerap, ringan, dan memungkinkan organ vital untuk “bernapas” adalah sebabnya. Bahan yang terbuat dari kapas tersebut juga bisa mencegah jamur untuk berkembang di bawah sana.

2. Gunakan celana dalam yang menyerap keringat saat berolahraga
Tubuh akan mengeluarkan banyak keringat saat berolahraga, tak terkecuali di daerah sekitar organ vital. Keringat akan membuat area tersebut menjadi lembab sehingga jamur bisa berkembang dengan mudah.
Dilansir dari Health Line, bahan celana dalam yang baik untuk digunakan ketika tubuh banyak bergerak adalah polyester dan katun. Keduanya memiliki daya serap yang baik dan ringan sehingga nyaman untuk dipakai.

3. Pastikan untuk mengganti celana dalam setiap hari
Celana dalam bisa memerangkap kelembaban di area organ vital. Ini bukanlah jenis kelembaban yang baik untuk tubuhmu. Jamur dan bakteri senang berada di area yang hangat dan lembab seperti itu.
Oleh karenanya Anda harus mengganti celana dalam paling tidak sehari sekali. Jika merasa tidak nyaman karena celana dalam yang lembab, segera ambil yang baru dari dalam lemarimu.

4. Jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat
Ukuran dari celana dalam juga harus diperhatikan. Jangan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat karena akan mengakibatkan iritasi pada organ vital. Khususnya pada wanita yang telah menopause. Dilansir dari Huffington Post, bahan yang terlalu ketat bisa menggesek kulit dan berpotensi menyebabkan luka. Ini juga berlaku pada celana dalam yang terlalu longgar.

5. Gunakan deterjen yang aman untuk kulit
Celana dalam sebenarnya tidak bisa diperlakukan sama dengan jenis baju lainnya. Ini karena mereka bertugas untuk melindungi organ vital yang sangat sensitif. Oleh karena itu Anda harus menggunakan bahan kimia yang aman untuk mencucinya.
Dilansir dari Health.com, para ahli merekomendasikan deterjen hipoalergenik yang ringan dan lembut. Bahan kimia tersebut akan mencegah iritasi, reaksi alergi, dan gatal-gatal.

6. Gantilah celana dalam yang lama dengan yang baru setiap tahun
Kita memang selalu mencuci celana dalam setelah memakainya. Akan tetapi menurut data dari Good Housekeeping Institute, walaupun sudah terlihat bersih, pakaian dalam tetap mengandung lebih dari 10 ribu bakteri hidup. Pilihan terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan memperbaruinya, paling tidak setahun sekali.
Itulah aturan pemakaian celana dalam yang harus Anda perhatikan. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihannya agar organ vitalmu tetap sehat ya!

Nah…di Transmart Dept Store tersedia beragam model celana dalam wanita. Ada model bikini, hipster, boyshort, control briefs, high-cut briefs dan classic brief. Atau klik aja langsung di sini.

 

 

 

 

Sumber: idntimes.com.

4 Model Kaos Dalam yang Perlu Dimiliki Para Pria

Tips Memilih Ransel Berkualitas untuk Pria

Memilih Sport Bra yang Tepat untuk Lari

Lima Gaya Sporty dengan Jogger Pants